Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Istri Sibuk Layani Pelangan dari MiChat, Suami dan Anak Sembunyi di Kamar Sebelah



Seorang istri di Kota Serang layani pelanggan Michat di kosan.Sang suami bersama kedua anak kembar perempuannya yang masih berusia 6 tahun, bersembunyi di kamar sebelah.Menurut Keterangan Kapolresta Serang Kota, AKBP Maruli Ahiles Hutapea, transaksi dan pelayanan seksual dilakukan di salah satu rumah kos di Kecamatan Serang Kota Serang.


Hutapea menjelaskan, Istri dan Suami itu melakukan tindakan secara sadar.Pihak kepolisian telah menangkap sang istri dan suami tersebut.Terkait nasib kedua anak kembar suami istri itu, akan diurus oleh neneknya.


"Neneknya sudah dikontek sedang dalam perjalanan kesini untuk menjemput," ungkap Kapolres.


Menurut Hutapea, dalam sehari, sang istri dari suami yang bekerja sebagai ojol itu melayani sekitar 2 sampai 3 pelanggan."Tidak menentu kadang sehari satu, ada dua dan lainnya, dilakukan pada jam malam," ucapnya.


Dalam mencari pelanggan, mereka menggunakan aplikasi Michat.


Sementara itu, menurut pengakuan AR (28), suami sekaligus mucikari, dia mengaku melakukan itu atas kemauan EE, yaitu istrinya."Tidak ada paksaan," ujarnya saat ditemui di kosan saat press release, Minggu (27/3/2022).


"Saat itu di beda kamar saya bersembunyi bersama anak, istri di sebelah," sambung AR.


Istrinya sudah melakukan pekerjaan melayani pelanggan di kamar kos, selama 6 bulan atas persetujuannya.Dalam satu bulan, penghasilannya mencapai Rp 10 juta.


Sekali tarif berhubungan seks dibandrol Rp 500 ribu."Penghasilan kotor Rp 10 juta, atas kemauan istri dan yang cari pelanggan istri," terangnya.


Penghasilannya itu digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari.AR bekerja sebagai ojeg online di Jakarta.


Saat istrinya melakukan pekerjaannya, AR sempat merasa cemburu."Sebagai lelaki normal saya cemburu," terangnya.


Istri berinisial EE, mengaku makukan open BO melalui Michat atas kemauannya sendiri.


"Kemauan sendiri karena kebutuhan ekonomi, suami sudah larang," ungkapnya.


Dia mengaku terpaksa melakukan terlarang itu  karena tuntutan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan ekonomi."Terpaksa anak 2 kembar, usia 6 tahun, suami bekerja sebagai ojol di Jakarta," katanya.


Di kosan itu, terlihat kamar yang digunakan disegel menggunakan garis polisi.


Atas perbuatannya, AR ditetapkan sebagai mucikari atas dugaan tindakan podana perdagangan orang (TPPO) dengan ancaman hukuman minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.