Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Keji! Tukang Ojek di Jambi Tega Menggagahi Pengemis Disabilitas di Semak-semak




Anggota Subdit IV Renakta (remaja, anak dan wanita) Ditreskriumum Polda Jambi berhasil  

menangkap tersangka MA (46) pelaku pemerkosaan terhadap seorang wanita pengemis penyandang disabilitas.


Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jambi, AKBP Hasan di Jambi Selasa mengatakan, tersangka 

MA diamankan karena diduga melakukan pemerkosaan terhadap korban berinisial D (42) yang 

memiliki cacat fisik.


"Korban disetubuhi tersangka di semak belukar daerah Bertam, Kabupaten Muaro Jambi, setelah 

korban dibawa keliling lebih dahulu menggunakan sepeda motor milik pelaku," kata Hasan 

sebagaimana dilansir Antara.


Korban dengan tersangka sudah saling mengenal. Korban bekerja sebagai mengemis sedangkan 

tersangka memiliki pekerjaan sebagai tukang ojek.


Kejadian bermula pada 7 Maret 2021 lalu sekira pukul 11.00 WIB. Korban sedang menunggu ojek di 

depan Indomaret Kebun Handil, tiba tiba datang tersangka dan mengajak korban pergi keliling Kota 

Jambi dan sekira pukul 12.00 WIB korban dan pelaku tiba di TKP di daerah Bertam, Kabupaten Muaro Jambi.


"Sebelum dilakukan pemerkosaan, korban dipaksa untuk memenuhi hasrat pelaku karena korban 

sempat berontak dan diseret sejauh kurang lebih 50 meter yang kemudian baru diperkosa," kata AKBP Hasan.


Setelah melakukan perbuatan kejinya tersangka lalu meninggalkan korban dilokasi kejadian dan 

akhirnya korban ditolong warga yang melintas dan membawanya ke Polda untuk melaporkan kejadian 

yang menimpa dirinya.


Hasan mengatakan, setelah menerima laporan tersebut kemudian tim Renakta melakukan penyelidikan 

dan karena korban mengenal pelakunya dalam waktu singkat pelaku berhasil ditangkap polisi.


Saat ini penyidik Polda Jambi sudah melakukan visum terhadap korban dan rencana akan tes DNA di 

Laboratorium Polri di Cipinang, untuk menetapkan sampel sperma dengan darah korban karena bekas 

spermanya berada di celana korban.


Saat diperiksa tersangka juga diketahui sebagai residivis kasus pencabulan terhadap anak pada 2013 

dan di penjara selama satu tahun enam bulan.


Atas perbuatannya tersangka MA dikenakan pasal 285 KUHPidana tentang kekerasan atau ancaman 

kekerasan memaksa seorang wanita bersetubuh, ancaman penjara paling lama 12 tahun penjara.