Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Begini Pengakuan Kakek Asal Lamongan Hiperseks, Dari Jajan Dan Paksa Cucu Sendiri

                                                                                                                

Perilaku hiperseks kakek ini berbuah aib dan karma.

Dia kini harus meringkuk di penjara, gara-gara menggagahi bocah perempuan.

Ironisnya, si bocah kecil yang dicabuli adalah sang cucu sendiri, yang masih berusia empat 

setengah tahun.Tindakan biadab itu dilakukan Barijan (55) warga Jalan Sunan Ampel RT 001 

RW 013, Kelurahan Babat, Kabupaten Lamongan.

Setiap hari, nafsu birahinya selalu menggebu-gebu.

Kondisi tersebut membuat Supatmi (45), istrinya sampai kuwalahan harus mau dan siap 

setiap saat melayani Barijan.

"Memang nafsu dan libido saya tinggi. Setiap hari saya selalu ingin begituan (melakukan 

hubungan seks)," ujar Barijan, Jumat  kepada Surya.

Namun, perilaku hiperseks itu membuat Barijan gelap mata.

Akibat tak kuat menahan nafsu yang menggebu-gebu, suatu hari kakek beranak 7 ini tega 

mencabuli cucunya sendiri.

Padahal, Kh, sang cucu masih seorang balita. Usianya baru empat setengah tahun.

Kejadiannya, bermula ketika Rabu sore Barijan sedang berada di jalan setepak tanggul 

pengairan lingkungan Kelurahan Gilang, Kecamatan Babat.

Sekitar pukul 16.20 WIB, dia melihat ada anak kecil sedang naik sepeda pancal dan sedang 

bermain di depan rumah Kacung, tetangganya.

Si bocah yang tak lain Kh, cucunya sendiri lantas dipanggilnya. Kepada sang kakek, Kh 

mengatakan sedang ayahnya.

"Aku nggoleki ayah " ucap si cucu.

Mendengar itu, Barijan lantas bilang, akan membantu mencarikan ayah korban.

Kh lantas diajak pelaku berjalan ke arah Barat dan diminta turun dari sepeda pancalnya.

Korban yang masih anak kecil itupun menurut saja.

Beberapa langkah kemudian, korban diajak duduk di atas tanggul pengairan.

Dia lalu dipangku di atas paha tersangka dengan posisi menghadap ke tersangka sembari 

beralasan sambil menunggu ayahnya datang.

Korban yang masih anak kecil itupun menurut saja.

Beberapa langkah kemudian, korban diajak duduk di atas tanggul pengairan.

Dia lalu dipangku di atas paha tersangka dengan posisi menghadap ke tersangka sembari 

beralasan sambil menunggu ayahnya datang.

Nah, saat itulah pelaku tiba-tiba terangsang dan melampiaskan nafsu bejatnya pada bocah 

tersebut."Jangan bilang siapa-siapa, nanti tak laporkan ayahmu lho," pesan sang kakek 

setelah melampiaskan nafsunya.

Ketika korban tiba di rumah, Kh langsung menangis sejadi-jadinya.

Di hadapan ayah dan ibunya, dia menceritakan semua yang barusan dialaminya, yakni 

kelakuan bejat Barijan, kakeknya.

Mendengar cerita polos anaknya yang sambil menangis, M (30), orangtua korban langsung 

marah.Dia lantas pergi ke Mapolsek Babat untuk melaporkan kejadian tragis yang dialami 

anaknya.Mendapat laporan tersebut, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA),  

dipimpin Kanit PPA, Aiptu Sunaryo bersama anggota Polsek Babat bergerak cepat mencari 

Barijan.Kakek yang tidak lulus SD ini berhasil diringkus saat berada di rumahnya.

Dihadapan polisi, tersangka mengakui semua perbuatannya.

"Iya, Pak, saya memang melakukannya kepada cucu saya sendiri," ucapnya.

Barijan mengatakan jika dirinya seorang hiperseks, selalu ingin berhubungan seks setiap 

saat."Dengan istri, rata-rata 20 kali perbulan, selebihnya ya beli dan njajan," akunya.

Menurut Aiptu Sunaryo, atas perbuatan yang dilakukan tersangka Barijan dijerat pasal 81  

ayat (1) dan (2) dan pasal 82 ayat (1).

"Ancaman minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun," tegasnya.

Selain itu, penyidik kini juga masih mengembangkan penyelidikan kasus Barjan.

Untuk memastikan apakah ada orang atau anak lain, yang menjadi korban pencabulan dan 

pelecehan seksual yang dilakukan tersangka.

"Kan dia mengidap hiperseks, makanya kasusnya akan kita selidiki lebih dalam lagi,"