Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Lampiaskan Fantasi Seks, Indra Rudapaksa 3 Gadis ABG di Kuburan Cina



Seorang remaja bernama Indrawan (20) kini harus meringkuk di penjara akibat perbuatan 

cabulnya.Tersangka diringkus polisi karena telah merudapaksa tiga orang gadis remaja di 

kompleks kuburan warga Tiongkok alias Cina di Gunung Banyak di Katelan, Tangen, 

Sragen.Kapolres Sragen, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo mengatakan jika pelaku 

memiliki fantasi seks yang berlebihan dan dilampiaskan kepada para korbannya.


"Pelaku ini seorang buruh harian lepas, tapi dia punya fantasi [seks] yang sangat tidak baik. 

Bisa dibilang, pelaku adalah predator anak yang berhasil kami ungkap," kata RapahelAksi 

bejat pelaku yang merupakan pemuda buruh tani terungkap setelah keluarga dari salah 

seorang korban pemerkosaan, HN (15), melapor ke polisi pada Senin Tindak pemerkosaan 

yang dilakukan pelaku kepada siswi SMP itu terjadi pada Senin siang sekitar pukul 14.00 

WIB di kompleks kuburan warga Tiongkok Gunung Banyak di Katelan, Tangen, Sragen.


Kepada polisi, pelaku mengaku sudah tiga kali memperkosa gadis di bawah umur yang rata-

rata masih pelajar SMP-SMA. Salah satu dari korban berasal dari luar Sragen.Pelaku 

memperkosa ketiga korban di kompleks makam warga Tiongkok di Gunung Banyak 

Tangen di waktu berbeda.Indrawan mengaku nekat memperkosa tiga gadis belia itu karena 

sudah tidak bisa berpikir jernih. Pemuda itu mengaku sudah terbiasa menenggak minuman 

tertentu yang dicampur dengan cairan bensin.Minuman itu, kata Indrawan, bisa 

memabukkan dan membuat pikiran dia menjadi kosong."Dia sempat berontak, tapi saya 

paksa. Dia sempat nangis saat saya paksa," ucapnya di Mapolres Sragen, Rabu 


Ancam  Diviralkan

Pelaku mengancam akan memviralkan foto korban di Facebook."Bukan foto telanjang, juga 

bukan foto hasil editan," beber dia.Pelaku ditangkap di rumahnya setelah polisi menerima 

laporan dari kakak korban HN.Atas perbuatannya cabulnya, Indra, sapaan akrab tersangka 

dijerat dengan Pasal 81 Ayat 1 Subsider Pasal 82 ayat 1 Jo. Pasal 76 e UU Nomor 35 Tahun 

2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak."Dengan 

ancaman hukuman minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun penjara," terang Kapolres.



Lewat FB

Diberitakan, sebelum pemerkosaan terjadi, antara pelaku dan HN sudah berkenalan melalui 

pesan di Facebook dan dilanjutkan dengan bertukar nomor WhatsApp (WA).Kepada HN, 

pelaku mengaku bernama Pandawa Limo. Dengan bujuk rayu, pelaku kemudian mengajak 

korban bertemu.Pelaku kemudian menjemput korban di jalan tak jauh dari rumahnya 

menggunakan sepeda motor Yamaha Mio warna hitam. Selanjutnya keduanya menuju 

kompleks kuburan warga Tiongkok di Gunung Banyak.


Sesampainya di lokasi, pelaku memaksa korban menurut keinginan bejatnya.Pelaku juga 

mengancam menyebarluaskan foto korban yang didapat dari Facebook jika tidak menuruti 

nafsunya.Korban sudah berusaha memberontak dan berteriak minta tolong namun 

teriakannya tidak terdengar orang lain karena suasana kuburan lengang. Hingga akhirnya, 

pelaku berhasil memperkosa korban.