Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Fakta Di Balik Heboh ABG Digilir 9 Pria Di Jeneponto



Seorang ABG di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengalami 

nasib yang tragis. Gadis tersebut menjadi korban penyekapan dan pemerkosaan 

bergilir oleh 9 pria dewasa.Berikut ini sejumlah fakta terkait ABG di Jeneponto, 

Sulsel, yang diperkosa bergilir oleh 9 pria.


Usia 11 Tahun

Polisi mengungkapkan usia gadis tersebut masih di bawah umur. Tepatnya masih 

berusia 11 tahun."(Korban berusia) 11 tahun, di bawah umur," kata Kasubag 

Humas Polres Jeneponto AKP Syahrul, Selasa (9/2).


Sempat Dijebak dan Disekap

Polisi mengungkapkan kasus pemerkosaan bergilir terhadap gadis berusia 11 

tahun ini bermula saat salah satu pelaku mengajak korban ke sebuah taman di 

Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel). Ajakan tersebut terjadi pada 

Rabu (3/2/2021).Menurut laporan di kepolisian, awalnya korban menyangka 

ajakan salah satu pelaku itu bukan modus tertentu. Namun, korban disekap di 

dalam kamar.


"Dalam perjalanan pelaku tidak membawa korban ke taman tapi (dibawa) ke 

rumah pelaku dan disekap di dalam kamar," kata Kasubdit IV Ditreskrimum Polda 

Sulsel Kompol Suprianto saat dihubungi terpisah.Malangnya, korban kemudian 

diperkosa di kamar tersebut. Korban diperkosa secara bergilir oleh 9 

pria."Kemudian pelaku bersama temannya 9 orang memaksa korban berhubungan 

badan secara bergantian," sambung Suprianto.Ternyata gadis 11 tahun itu 

merupakan korban prostitusi. Baca di halaman berikutnya.


Korban Prostitusi Anak

Belakangan polisi mengungkap gadis 11 tahun tersebut juga merupakan korban 

prostitusi anak di bawah umur. Bukan korban pemerkosaan."Fakta pemeriksaan 

yang dilakukan penyidik ternyata bukan pemerkosaan," kata Kasubdit IV 

Ditreskrimum Polda Sulawesi Selatan Kompol Suprianto kepada detikcom, Rabu 

(10/2).


Polisi menjelaskan awalnya sang gadis memang melapor ke polisi telah menjadi 

korban pemerkosaan karena mengaku dijebak oleh salah satu pelaku yang 

berpura-pura mengajaknya ke sebuah taman. Tak sampai di situ, korban juga 

digilir oleh delapan pria lain yang merupakan rekan temannya yang menjemput.


Namun belakangan, penyidik kepolisian mengungkap hubungan badan korban 

dengan salah satu pelaku dilakukan atas dasar suka sama suka. Salah satu 

pelaku tersebut adalah pelanggan prostitusi korban."Dia melakukan itu atas mau 

sama mau dan ternyata ini dibayar ini perempuan," katanya.


Namun, meskipun kejadian dilakukan atas dasar suka sama suka oleh salah 

seorang pelaku, kata Suprianto, mereka tetap dijerat pidana. Pasalnya, hubungan 

badan dengan anak di bawah umur tidak dibenarkan hukum."Mau dia suka sama 

suka atau tidak, yang jelas di bawah umur kalau disetubuhi itu kena pasalnya di 

situ di UU Perlindungan Anak itu," imbuhnya.


Lima dari Sembilan Pelaku Ditangkap

Polisi menyebut saat ini sudah menangkap lima dari sembilan pelaku 

pemerkosaan. Mereka ditangkap di sejumlah lokasi berbeda.Penangkapan 

dilakukan pada Minggu (7/1) oleh kepolisian setempat. Pelaku masing-masing 

bernama Ferry (18), Taqwa (21), Nandar (20), Takdir (20), dan Ippang (21).Akibat 

aksi bejatnya, para pelaku terancam 6 tahun penjara usai diancam Pasal 97 

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.