Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tragis,36 Siswi SMP dan SMA Ladeni Hidung Belang di Tempat Kos, Pelaku Ambil Uang Sewa Kamar



Pria berinisial OS atau yang akrab disapa Om Kos (38) diciduk Polda Jatim atas kasus 

prostitusi online yang menyediakan Siswi SMP dan siswi SMA untuk melayani birahi 

pelanggan.Om Kos yang ditangkap Subdit Cyber Dirkrimsus Polda Jatim, menyediakan 36 

gadis di bawah umur di rumah kosnya di Kota Mojokerto. Om Kos merekrut enam korban 

yang masih berstatus pelajar SMP, SMA/SMK/MA untuk pemasaran atau reseller.Ia 

menawarkan jasa plus-plus itu melalui Facebook.Lalu, resellernya membuat akun Facebook 

palsu dan kemudian bergabung di grup FB "Info Kost dan Kontrakan Area Mojokerto" dan 

"Kost dan Kontrakan Mojokerto, Ngoro, dan Pasuruan".Nah dari situlah tim Subdit Siber 

melakukan penelusuran dan akhirnya tersangka ditangkap pada Jumat 29 Januari 2021 

kemarin.Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka menjual puluhan ABG dengan kedok 

jasa indekos harian atau jam."Tersangka dibantu enam tersangka lain yang masih di bawah 

umur," kata Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo di Mapolda Jatim, 

Senin, (1/2/2021).Ironisnya, reseller tersebut ditugasi oleh tersangka merekrut gadis ABG 

untuk dijajakan ke lelaki hidung belang.Rata-rata wanita yang dijajakan adalah pelajar 

tingkat SMP dan SMA.Informasi sewa kamar indekos itu hanya kedok.Saat ada pelanggan 

yang tertarik, para reseller ABG kemudian menggiring pelanggan untuk berkomunikasi 

lewat inbox di FB.Di situlah wanita-wanita ABG ditawarkan tersangka ke pria hidung 

belang.Jika tertarik, komunikasi kemudian dilanjutkan melalui WhatsApp.Tersangka 

kemudian mengirim list harga. Sekali kencan ada yang bertarif Rp 250 ribu hingga Rp 600 

ribu.Varian harga tersebut dimasukkan paket yang diberi nama Nobita, Doraemon dan 

Shizuka.Nama paket tersebut tergantung pada shift yang disewakan.Selain tarif jasa 

'mantap-mantap' itu, tersangka Om Kos juga menarik uang sewa kamar indekos sebesar Rp 

50 ribu per lima jam."Eksekusi dilakukan di rumah tersangka yang merupakan pemilik 

indekos," imbuh Slamet.Akibat perbuatannya, tersangka Om Kos kini ditahan di Markas 

Polda Jatim.Ia dijerat dengan Pasal 27 Ayat (1) Juncto Pasal 45 Ayat (1) Undang-undang 

ITE Juncto Pasal 296 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.Ancaman hukumannya 

minimal lima tahun penjara.


Dua tahun beroperasi

Om Kos membuka bisnis prostitusi ini sudah dua tahun lamanya.Wakapolda Jatim Brigjen 

Pol Slamet Hadi Supraptoyo yang memimpin langsung giat rilis tersebut menyebutkan, 

bahwa tersangka OS menyediakan jasa tersebut sekaligus huniannya alias kos OS 

sendiri."Setelah itu OS yang mempunyai kos harian menyewakan setiap kamar tersebut 

dengan tarif Rp 50 ribu dengan nama 'Daftar Harga Wisata Rumah Nobita' yang dikemas 

dengan paket Doraemon, Nobita, Sizuka, Suneo dan Giant," ujar Brigjen Slamet, Senin, 

(1/2/2021).Adapun tarif dari prostitusi tersebut berkisar antara Rp 250 ribu hingga Rp 600 

ribu.Meski begitu, OS pernah menjual anak-anak di bawah umur dengan tarif hingga jutaan 

rupiah."Tersangka pernah menjual wanita panggilan usia pelajar kelas 8 SMP dengan tarif 

Rp 1,3 juta," ujar Brigjen Slamet.


Pengakuan Om Kos

Tersangka OS alias Om Kos mengaku, banyak dari korbannya menawarkan jasa prostitusi 

kepada dirinya."Kadang banyak dari mereka yang datang sendiri menawarkan kepada 

saya.""Mereka sudah jadi wanita panggilan sebelumnya.""Saya hanya dapat Rp 50 ribu dari 

sewa kamar," akui OS saat ditahan di Mapolda Jatim, Senin, (1/2/2021).Mulanya, tersangka 

Om Kos ini merekrut enam korban yang masih pelajar SMP, SMA/SMK/MA untuk 

pemasaran atau reseller.Ia menawarkan jasa plus-plus itu melalui Facebook.Lalu, 

resellernya membuat akun Facebook palsu dan kemudian bergabung di grup FB "Info Kost 

dan Kontrakan Area Mojokerto" dan "Kost dan Kontrakan Mojokerto, Ngoro, dan 

Pasuruan".Nah dari situlah tim Subdit Siber melakukan penelusuran dan akhirnya tersangka 

ditangkap pada Jumat 29 Januari 2021 kemarin.Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka 

menjual puluhan cewek ABG dengan kedok jasa indekos harian atau jam."Tersangka 

dibantu enam tersangka lain yang masih di bawah umur," kata Wakapolda Jatim Brigjen 

Pol Slamet Hadi Supraptoyo di Mapolda Jatim, Senin, (1/2/2021).Dari penangkapan 

tersebut, diamankan barang bukti empat buah ponsel, uang Rp 1,3 juta dari saksi korban 

berinisial Mawar.Atas perbuatannya tersangka dijerat pasal 27 ayat 1 jo 45 ayat 1 Undang-

Unsang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) tentang prostitusi daring dengan 

ancaman hukuman enam tahun penjara dan denda paling banyak Rp1 miliar.