Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Siswi SMP Di RudalPaksa Saat Belajar Daring dan Mencari Sinyal



Seorang siswi sekolah menengah pertama (SMP) diperkosa seorang pria di Kecamatan 

Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri Hulu ( Inhu), Riau. Penjabat sementara Kepala Urusan 

Humas Polres Inhu Aipda Misran mengatakan, pelaku pemerkosa siswi SMP tersebut telah 

berhasil ditangkap. "Pelaku berinisial JPN (23), ditangkap Polsek Kelayang beberapa jam 

setelah pelaku mencabuli korban. Korban seorang siswi SMP berusia 15 tahun," kata 

Misran kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Sabtu


Misran mengatakan, pelaku sudah beberapa kali memerkosa korban sejak 2020 lalu. Aksi 

pemerkosaan itu terakhir kali dilakukan pelaku pada Minggu (10/1/2021), sekitar pukul 

14.00 WIB. Korban yang saat itu sedang belajar online tidak dapat menghindar karena 

sedang berada di hutan yang sepi untuk mencari sinyal internet. "Saat itu, korban sedang 

berada di dataran tinggi agar bisa mendapat sinyal internet untuk daring tugas sekolah. Lalu 

pelaku datang dan memerkosa korban," kata Misran.


Ia menjelaskan, kasus pencabulan ini mulai terungkap ketika sang Ibu korban melihat 

anaknya bertengkar dengan pelaku pada Minggu. Bahkan, pelaku mencekik leher korban 

ketika berada di rumahnya. Saat itu, Ibu korban memarahi pelaku dan pelaku langsung 

pergi. "Ibu korban bertanya kenapa pelaku mencekiknya. Dengan rasa takut, akhirnya 

korban bercerita pada Ibunya bahwa pelaku memaksa untuk berhubungan badan. Namun, 

korban menolak hingga pelaku marah dan mencekik leher korban," kata Misran.


Menurut Misran, korban selalu menolak saat diajak berhubungan badan oleh pelaku. 

Namun, pelaku tetap memaksa. Bahkan, pelaku mengancam akan membunuh korban 

apabila nafsu bejatnya tidak terpenuhi. Korban akhirnya pasrah karena takut akan dibunuh 

oleh pelaku. "Sang Ibu tidak terima anaknya dicabuli dan melapor ke Polsek Kelayang. 

Setelah dilakukan penyelidikan beberapa jam, pelaku berhasil ditangkap," sebut Misran. 

Pelaku dijerat dengan Pasal 81 ayat 1 jo Pasal 82 ayat 1 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 

2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 

2016 tentang perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.