Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Seorang Guru Les Meraba Tubuh Anak Gadis Orang, Pensiunan Guru Ditangkap,Kronologinya



Sambil menyelam minum air. Sepertinya pepatah tersebut dipakai betul oleh pria yang 

berinisial INS berusia 66 tahun ini.Ia adalah seorang penisunan guru yang berprofesi 

sebagai guru les privat.Namun pekerjaan yang baik tersebut justru ia nodai dengan 

tingkahnya yang bikin ia harus berurusan dengan kepolisian.Ditengah memberikan 

pelejaran ia juga meraba tubuh anak didiknya hingga korban alami trauma dan menangis di 

dalam kamar mandi.


Begini Kronologi lengkapnya

Polisi menangkap seorang pensiunan guru, INS (66) karena diduga mencabuli siswi SMP 

berusia 13 tahun berinisial AKP.INS ditangkap di rumahnya, Jalan Letda Made Putra, 

Denpasar, Rabu siang."Sudah ditangkap dan telah ditetapkan sebagai 

tersangka," kata Kasubag Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi lewat keterangan 

tertulis, Senin Sukadi mengatakan, kasus ini terungkap setelah korban cerita kepada 

ibunya.Awalnya, tersangka yang merupakan guru les matematika itu datang ke kediaman 

korban pada Jumat  pukul 19.00 WITA.Sebelum les dimulai, pelaku bertanya tentang tugas 

dari guru di sekolah.Korban menjawab tak memiliki tugas. Setelah itu, tersangka 

membuatkan soal sekaligus menjelaskan cara mengerjakannya.Saat les berlangsung, adik 

korban datang dan meminta diajarkan tentang cara menghitung uang. Guru les itu 

membuatkan soal dan meminta adik korban mengerjakannya.Pelaku sudah mulai 

menyentuh AKP. Tetapi, perbuatan itu ditepis korban. Pelaku lalu menyuruh adik korban 

turun ke lantai satu.Tak berapa lama, korban kesulitan menjawab soal yang diberikan. Ia 

pun bertanya kepada pelaku yang duduk di sebelahnya."Saat itulah tersangka meraba 

pundak korban dengan tangan kirinya, dan mencium korban sambil mengatakan 'masa soal 

kayak gini nona tidak tahu," kata Sukadi.

Korban saat itu tetap mengerjakan soalnya. Namun, perbuatan tersangka semakin 

berani."Korban menepis, akan tetapi tersangka dengan cara memaksa memegang bagian 

tubuh korban yang kedua kali," kata dia.Merasa kesal, korban meminta agar lesnya selesai 

dan turun ke lantai satu. Korban kemudian masuk kamar mandi dan menangis.Setelah 

keluar kamar mandi, korban menceritakan kejadian yang dialami kepada ibunya. Kasus ini 

lalu dilaporkan ke Polresta Denpasar.Polisi kemudian bergerak dan mengamankan 

tersangka pada Rabu."Pelaku mengakui telah memegang sekali bagian tubuh korban 

dengan menggunakan tangan kanan," kata Sukadi.Saat ini tersangka sudah ditahan Polresta 

Denpasar untuk proses hukum lebih lanjut.Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 76E 

jo Pasal 82 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan 

Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas 

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman paling 

lama 15 tahun penjara.