Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cari Kerja untuk Bayar Utang, 2 Gadis di Bawah Umur Diminta Layani Kakek 70 Tahun



Nasib tragis dialami dua perempuan yang masih di bawah umur asal Kabupaten Banyumas, 

Jaawa Tengah. Berawal dari meminta pekerjaan kepada kenalannya, dua korban berinisial L 

(14) dan M (13) justru diminta untuk melayani nafsu bejat seorang pria berinisial RS (70), 

warga Bandung. Kasat Reskrim Polresta Banyumas AKP Berry mengatakan, telah 

menangkap RS dan mengamankan dua orang yang diduga menjadi mucikari, yaitu MY (21) 

warga Kecamatan Purwokerto Barat dan IN (21), warga Kecamatan Baturraden. "Kasus ini 

terungkap atas laporan orangtua korban berinisial L. Saat di rumah sakit, orangtua curiga 

melihat benjolan di alat kelamin korban," kata Berry saat dihubungi, Sabtu.


Kepada orangtuanya, L mengaku telah melayani seorang kakek layaknya hubungan suami 

istri sekitar bulan Agustus lalu. Korban terpaksa melakukan itu karena terbelit utang kepada 

tersangka IN. "Kejadiannya sekitar bulan Agustus. Koban L punya utang sewa motor 

kepada tersangka IN sebesar Rp 600.000. Saat ditagih korban tidak punya uang, korban 

kemudian meminta IN untuk mencarikan pekerjaan," jelas Berry. Namun tersangka IN 

justru menawarkan korban kepada tersangka MY. MY lantas meminta L untuk melayani RS 

dengan imbalan Rp 500.000.


Sementara itu, berdasarkan hasil pengembangan, tersangka IN dan MY juga diduga 

meminta korban lainnya, M untuk melayani nafsu bejat tersangka RS dengan imbalan RP 

1.000.000. "Korban M awalnya meminta pekerjaan kepada IN, IN kemudian menghubungi 

MY. Tersangka MY menunggu di luar kamar hotel saat M melayani RS," ujar Berry. Atas 

perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang 

Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang Juncto Pasal 56 KUHP dan Pasal 81 

atau 82 UU Nomor 35 Tahun 2014 Juncto UU Nomor 17 Tahun 2016 Penetapan Peraturan 

Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas UU 

Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara 

maksimal lima belas tahun.