Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pembuat nasi anjing Memflarifikasi pembuatan nasi anjing, Ini Fakta Sebenarnya


Masyarakat dibuat geger lantaran adanya pembagian nasi bungkus berlogo kepala anjing dengan tulisan 'Nasi Anjing'. Lokasi pembagian disebutkan di Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Nasi bungkus itu sengaja dibagikan gratis kepada masyarakat daerah sekitar yang membutuhkan. Proses pembagian tersebut sempat viral dan mengundang reaksi warganet.
Pihak pemberi donasi pun kerap memberikan klasifikasinya yang diunggah melalui media sosial.
" Jadi nasi anjing itu isinya bukan daging anjing. Isinya hari ini tuh orek tempe teri, kalau kemarin tuh cumi, tempe sama pete. Ada sosis sapi sama teri, sosis-nya sosi sapi. Ada baso teri, baso-nya juga baso sapi. Jadi semua bahannya halal, dijamin.
Sekali lagi kenapa pakai nama 'nasi anjing', karena anjing itu binatang yang setia. Kita harus setia sama Allah yang di atas, perlu setia sama pemerintah, setia sama pancasila dan Undang-Undang Dasar '45. Dan porsinya, kenapa kita bilang 'nasi anjing', karena porsinya lebih banyak dari nasi kucing.
Nah, nasi ini bukan untuk mengenyangkan tetapi untuk bertahan. Karena kita percaya ini waktunya Jakarta untuk tahan banting. Kita sama-sama bergerak untuk masyarakat bawah."
 Video klarifikasi itu juga sudah tersebar di sosial media. Salah satunya diunggah akun twitter @bangpoerslalu.
Dengan narasi yang menjelaskan nasi anjing merupakan makanan halal dan sama sekali tidak menggunakan daging anjing.
" Yang lagi viral 'Nasi Anjing'. Hari ini heboh video bernada provokasi akibat ada pembagian nasi anjing ke masyarakat.
Dikira ada kelompok sengaja membagi nasi dengan daging anjing.
Padahal itu nasi dengan daging sapi dan orek, oleh pembuat dinamai NASI ANJING karena ukurannya lebih besar dari nasi kucing."  jelas akun tersebut
Kejadian pembagian 'nasi anjing' ini kemudian diusut Polres Metro Jakarta Utara setelah menerima laporan dari warga telah menerima bungkus berlogo kepala anjing pada, Minggu, 26 April 2020.
Pada saat itu, warga melapor mendapatkan bantuan berupa 'nasi anjing' dari seorang donatur di tengah wabah pandemi corona.
Warga yang menerima nasi itu berada di sekitaran Masjid Babah Alun-Alun Warakas, Tanjung Priok Jakarta Utara.
Kejadian ini kerap membuat sebagian warga yang menerima bantuan merasa kesal dan dilecehkan, lantaran khawatir lauk yang diberikan di dalam nasi tersebut berupa daging anjing.